Tools Scraper Alternatif yang Gratis & Powerful Bagi Pengguna Import.io dan Kimono

Udah ampir 3 tahunan Mang Ujang bergelut dengan urusan copas-mencopas data website, alias web scraping. Baik itu untuk keperluan klien Mang Ujang yang membutuhkan jasa copas (copy paste) dan jasa scrape, maupun untuk keperluan sendiri saat melakukan riset pasar online dan data analisis.

Ga tau udah berapa ribu data yang udah Mang Ujang scrape dari dulu hingga sekarang. Dari hari kemaren aja sampe tulisan ini dibikin udah sekitar 5000 data yang mang ujang scrape. Dan proses scrapenya sekarang masih berlanjut.

Jumlah website yang discrape juga udah ga inget, ga tau karena saking banyaknya atau karena pikun, hehe.. 🙂
Tapi Mang Ujang ujang masih inget website apa aja yang paling sering discrape. Jangan tanya apakah web Tokopedia termasuk didalamnya atau tidak ya, hehe.. web sejuta umat 🙂

Tapi walowpun ga inget berapa banyak data dan website yang udah discrape, pastinya Mang Ujang masih inget dong tools scraper apa aja yang dipake untuk melakukan pekerjaan copas-mencopas tersebut. Mang Ujang pernah pake Import.io, Kimono, Data Scraping Studio, Parsehub, Web Scraper, Scrapy Cloud, Dexi.io, UiPath, Mozenda, iMacros. Masih ada yang lainnya, Mang Ujang ga inget namanya.

Khusus untuk 3 tools yang disebutkan pertama, yaitu Import.io, Kimono, dan Data Scraping Studio, Mang Ujang sengaja buatkan khusus tutorialnya dalam bentuk ebook & video, lengkap dengan beberapa studi kasus. Tutorial scrape website tersebut bisa diliat di Tutorial.Coplosan.com.
Boleh dibilang 3 tools tersebut menjadi senjata andalan Mang Ujang dalam urusan copas-mencopas data website.

 

4 Alasan Memilih Tools Scraper
Ada 4 alasan kenapa Mang Ujang menjadikan ketiganya sebagai tools scraper andalan :
1. Cara pakenya mudah
2. Proses scrapenya cepet
3. Hasil scrapenya bagus
4. Biayanya murah. Bahkan ada yang gratisnya.

Namun karena beberapa limit/batasan yang ada pada 3 tools tersebut, baik di versi gratis dan premiumnya, Mang Ujang mencoba mencari tools scraper alternatif selain ketiganya. Dan setelah mencari kesana kemari, mencoba ini dan itu, akhirnya Mang Ujang menemukan tools scraper yang mudah, cepet, bagus, dan tentu saja gratis. Namanya Octoparse ( www.octoparse.com ).

Dari hasil uji coba selama ini, Mang Ujang bisa katakan bahwa Octoparse merupakan Tools Scraper Gratis yang Powerful sebagai Alternatif Bagi Pengguna Import.io, Kimono, Data Scraping Studio, atau yang lainnya.

 

1. Cara Pake Mudah
Cara pake tools scraper Octoparse cukup mudah, prosesnya dilakukan secara visual tinggal point & click doang, no code required!

Sama seperti 3 tools andalan Mang Ujang sebelumnya. Kita tinggal pointing/tandai pake mouse data yang ada pada halaman website yang ingin kita scrape, trus diklik.

 

2. Proses Relatif Cepat
Proses scrape Octoparse boleh dibilang relatif cepat untuk seukuran software scraper berbasis dekstop. Apalagi untuk urusan kecepatan scrape, menurut Mang Ujang , sangat tergantung pada spek komputer yang dipake, speed internet, dan kondisi server website yg dituju. Kalo ketiganya bagus, pastinya kecepatan scrape juga bagus.

Makanya jangan heran kadang untuk sebagian website proses scrapenya cepet banget, sebagian lagi terasa lambat, bahkan ga bisa sama sekali. Kadang di waktu & jaringan internet tertentu proses scrapenya cepet, di waktu yg lain lambat, bahkan macet. Begitu juga kadang di komputer yang satu cepet, di komputer lain malah lambat, bahkan ngehang.

 

3. Hasil Scrape Bagus
Hasil scrape Octoparse bagus, bahkan menurut Mang Ujang lebih bagus dibanding dengan Import.io, Kimono, Data Scraping Studio, atau mungkin yang lainnya. Hasilnya rapih, ga acak2an, dan bahkan bisa dicustom sesuai format yang diinginkan, dengan adanya tools Xpath & Regex yg built-in didalam Octoparse.

 

4. Murah & Gratis
Dan pertimbangan yang terakhir yang Mang Ujang sangat suka yaitu karena tools scraper Octoparse ini gretongan, alias GRATIS.. hehe 

Bahkan dibandingkan dengan tools scraper gratisan seperti Import.io, Kimono, Data Scraping Studio, Scrapy Cloud, dan yang lainnya, “rasa gratis” Octoparse lebih terasa. Hal ini diliat dari limit yang ada pada tiap tools scraper tersebut.

Limit gratis Import.io yang cukup “mengganggu” adalah batasan 500 query/month. Sementara untuk upgrade ke versi premium, harganya gila ga nahan, mulai $199/month.

Limit gratis Data Scraping Studio lebih “mengganggu” lagi, karena untuk versi desktopnya cuman dikasih 1000 query, hanya untuk 14 hari saja.

Limit gratis Scrapy Cloud cukup luar biasa, karena batasannya hanya masalah projek yg bisa dirunning dalam 1 waktu (1 concurrent crawl). Tapi sayang keberhasilannya kecil, banyak gagalnya, apalagi kalo scrape website yang banyak javascriptnya. Harus upgrade ke versi premium kalo mau lancar, mulai $25/month.

Limit gratis Kimono juga sebetulnya luar biasa, hampir ga ada limit. Tapi sayang itu dulu. Karena sekarang tools scraper Kimono udah tewas.. 🙂

Maka menurut Mang Ujang, untuk masalah limit gratis, Octoparse lah yang paling juara. Ga ada batasan query/page yg discrape, ga ada batasan waktu penggunaan software, web ajax & javascript pun bisa discrape tanpa harus upgrade premium. Batasannya cuman di jumlah projek scraper (10 task), dan jumlah projek yg bisa dirunning dalam 1 waktu (2 concurrent task).

Informasi lebih detil tentang tools scraper Octoparse bisa dilihat di halaman websitenya, http://www.octoparse.com, atau akun facebooknya, https://www.facebook.com/Octoparse/.

 

Kesimpulan
Mang Ujang saat ini lebih sering menggunakan Tools Scraper Octoparse versi desktop (free) dibanding tools scraper lainnya. Karena lebih handal dan ekonomis.

Tentu saja ga ada yang perfect 100%, ada aja sih masalah mah. Seperti misalnya, kadang software loadingnya lama bahkan ga bisa jalan (hang), proses scrapenya lama, kinerja komputer jadi lelet, dll. Tapi sampe sejauh ini sih kekurangannya masih bisa ditoleransi dan dikompromikan.

Mungkin di versi yang premium/berbayarnya, semua kekurangannya itu bisa teratasi dengan tuntas.

 

Semoga artikelnya bermanfaat.

 

Hatur nuhun.

Mang Ujang Dropsip
0859 7460 2429
(WA Only, No Call..kecuali mau ngasih THR atau parcel lebaran, he3)

 

===========================================

Bonus
Contoh Tools Scraper Tokopedia & Bukalapak Menggunakan Octoparse

Sebagai penutup, Mang Ujang akan membagikan secara gratis 2 tools scraper yang paling sering dicari dan dibutuhkan oleh banyak orang, khususnya bagi yang jualan online. Scraper ini Mang Ujang bikin menggunakan Octoparse, lengkapi dengan video tutorialnya. Template scraper ini sudah lama Mang Ujang pake untuk mengambil data produk dari web Tokopedia.com dan Bukalapak.com.

Silahkan bagi yang membutuhkan Tools Scraper Tokopedia & Bukalapak Gratis, bisa didownload disini >> Coplosan Scraper Vol 1.

 

Pengaruh SlideShare, Google+, & YouTube Dalam Meningkatkan Ranking Website di Google

Pengaruh Youtube Google+ Slideshare Terhadap Ranking Google
Pengaruh Youtube Google+ Slideshare Terhadap Ranking Website di Google

Para mitra, masih masih inget kan kemaren (11/Jan/15) Mang Ujang posting artikel di website tentang Riset Pasar Online? Tulisan itu Mang Ujang upload hari kemaren, artikelnya bisa diliat disini. Nah, barusan (12/Jan/15) Mang Ujang iseng nyoba ngecek rankingnya di Google pake CuteRank.

Yaa..walowpun artikelnya baru diposting 1 hari kemaren, tapi penasaran kali aja ada keajaiban, artikelnya langsung masuk di halaman 1 si Abah Gugel, heu3…ngarep.com :p

Setelah dicek, inilah hasilnya, mitra:

Google SERP Artikel Riset Pasar Online Bagian 1 by CuteRank
Google SERP Artikel Riset Pasar Online Bagian 1 by CuteRank

Heu3.. ternyata belom ada satu pun yang masuk ranking 😀 !

Yo wiss #rapopo, namanya juga masih belajar, Mang Ujang kan masih newbie dalam hal SEO #ngelespadahalmahteubisaeun 🙂

Oooh..Mang Ujang baru inget sekarang, di salah satu materi training SEO yang pernah Mang Ujang ikutin tentang “Google Crawl, Index, Cache“, disitu pernah dibahas bahwa kenapa artikel kita ga muncul untuk kata kunci yang ditarget, itu bisa jadi karena artikel tersebut belom dicrawl dan diindex sama si Abah Gugel. Maksudnya artikel Mang Ujang belom dikunjungi/dibaca sama si Abah Gugel, sehingga belom masuk di databasenya si Abah.

Untuk mastiin apakah artikelnya udah di-Crawl/Index sama si Abah Gugel, Mang Ujang ketikin aja judul artikelnya, “3 CARA RISET PASAR UNTUK TOKO ONLINE BAGIAN 1: RISET KEYWORD” di kolom pencarian Gugel.

Inilah hasilnya, mitra:

SERP-Judul Artikel Riset Pasar Online by Google.com
SERP-Judul Artikel Riset Pasar Online by Google.com

Kemudian supaya lebih yakin, Mang Ujang cek sekali lagi, dengan ngetikin alamat URL artikelnya, “http://www.ujangdropsip.com/3-cara-riset-pasar-untuk-toko-online-bagian-1-riset-keyword/“.

Dan inilah hasilnya, mitra:

SERP-Url Artikel Riset Pasar Online by Google.com
SERP-Url Artikel Riset Pasar Online by Google.com

Kesimpulan (Sementara)

Walowpun artikel Mang Ujang yang kemaren belom berhasil muncul di halaman pertama Abah Gugel, tapi ada satu pelajaran menarik nih yang Mang Ujang dapatkan, yaitu tentang pengaruh SlideShare, Google+, dan YouTube terhadap Google SERP (Google Search Engine Result Page).

Sebelum artikel ini ditulis, Mang Ujang sebelumnya juga pernah baca sih beberapa tulisan yang bilang katanya untuk membantu meningkatkan ranking website kita di Google, atau lebih jauh lagi ada yang bilang, supaya website kita masuk di halaman pertama Google, kita harus bikin akun dan rajin bikin postingan di SlideShare, Google+, dan YoutTube.

Nah barusan Mang Ujang liat sendiri hasilnya dengan mata kepala sendiri seperti apa pengaruh ketiga akun sosial media tersebut. Keliatannya sih pengaruhnya kuat juga, soalnya ketika dicari di Google, postingan Mang Ujang di website ga muncul, malahan yang muncul duluan postingan Mang Ujang yang di SlideShare, Google+, dan YoutTube.

Ini mungkin bisa jadi baru kesimpulan sementara Mang Ujang, tapi, mmh… kayaknya bakal dipertimbangan dengan serius nih kedepannya. Jadi mungkin rekomendasinya, setidaknya utk Mang Ujang pribadi, setiap bikin postingan artikel di website, harus bikin postingan juga di SlideShare, Google+, dan YoutTube.

Ternyata bener ya, ilmu itu untuk dipraktekin, bukan hanya utk dihafal. Karena dengan praktek, kita jadi #NambahIlmu, #NambahPengalaman, dan tentu saja… #NambahKerjaan, heu3… 🙂 !

Wassalam

3 Cara Riset Pasar Untuk Toko Online Bagian 2

Pastinya mitra semua penasaran banget kan pengen tau kelanjutan dari tulisan Mang Ujang tentang Cara Melakukan Riset Pasar Online? Buat para mitra yang belom baca tulisannya, mangga dibaca dan didownload dulu EBOOK GRATIS-nya disini. Di tulisan kali ini Mang Ujang mau ngelanjutin bagian keduanya yaitu Cara Melakukan Riset Trend Bisnis Untuk Toko Online.

Nah, tapi penjelasan tentang Bagaimana Langkah-Langkah Riset Trend Usaha Secara Online ini ga akan Mang Ujang posting sekarang, karena masih dalam proses. Trus kenapa atuh artikelnya udah diposting duluan? Hehe.. selain untuk bikin penasaran, artikel ini Mang Ujang bikin cuman buat latihan SEO ajah 😀

Pantengin terus website Mang Ujang supaya ga ketinggalan infonya. Atau kalo pengen update terus, add pesbuk Mang Ujang yah di : http://www.Facebook.com/Ujang.Dropsip

Sampe ketemu nanti yaah.. 🙂

Hukum Jualan Online Dengan Sistem Reseller Dropship Dalam Islam

Sebelom Mang Ujang Dropsip sharing ttg Bisnis Dropship, penting banget belajar dulu tentang Hukum Jualan Online Dengan Sistem Reseller Dropship Dalam Islam. Emangnya kenapa? Yaa ga kenapa-kenapa juga sih, engga dibahas juga ga apa-apa, bebas weh eta mah 🙂 . Nah, tapi kalo nanti ada yg bilang kalo jualan online dengan cara DROPSHIP itu HARAM, gimana ayo? Bisa bikin galau berhari-hari tuh kalo belom jelas status hukumnya, karena kalo beneran haram, harus sami’na wa atho’na..kami dengar dan kami taat. Siap-siap ajah weh beberes, Tutup Lapak, heuheu.. 😀 !

Pentingnya Membahas Hukum Jual Beli Perdagangan Dropship Dalam Islam

Emang keliatannya sih siga nu ribet, dikit-dikit “hukum Islamnya apa”, dikit-dikit “dalilnya mana”, sampe hukum jual beli online ajah harus dicari dulu dalam Islam boleh engganya, tunya-tanya heula kamana-mana apa hukum dropship dalam Islam. Bisnisnya belom jalan, eeh..pusingnya udah duluan, heu3.. 🙂

Tapi masalahnya kalo engga kaya gitu, hati jadi gelisah, hidup jadi galau, nyari rejeki juga jadi ga khusyu, takut kalo uang dari hasil Bisnis Dropship kita ga halal, karena ga di-Ridhoi Allah SWT. Emangnya kita bisnis mau nyari apaan atuh kalo bukan untuk nyari Ridho Alloh SWT?

#DaKitaMahApaAtuh…semua rejeki ALLOH yang NGATUR, ALLOH yang NGASIH, kita mah cuman disuruh milih ajah mau ikhtiar pake cara HALAL atow HARAM. Jadi para mitra sadayana, jangan sampe rugi karena salah pilih ya, biar â€Ș#‎HatiTenangHidupTentramRejekiBerkah‬, sanes kitu? 🙂

Pendapat 4 Ulama Islam Tentang Hukum Dropshipper

Mang Ujang Dropsip pernah baca 5 buah tulisan yg ngebahas tentang bagaimana Hukum Dropship Menurut Islam. Nah, disini Mang Ujang ga bakal ngasih tau isinya, paling cuman ngasih alamat link websitenya ajah untuk dibaca sendiri. Mudah-mudahan bisa jadi pegangan buat para mitra sadaya sebelom mulai bisnis jualan online, khususnya tentang Dropship.

Ini dia link artikelnya:
1. Hukum Menjadi Dropshipper : KH M. Shiddiq al Jawwi >>http://goo.gl/C5XioZ <<
2. Hukum Jualan Sistem Dropshipping : Dr. Muhammad Arifin Badri >>http://goo.gl/f00AFk <<
3. Hukum Menjual Dropshipping, Apakah Halal? : Ahmad Sarwat, LC., MA. >> http://goo.gl/47P6AC <<
4. Sistem Dropshipping dan Solusinya : Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. >> http://goo.gl/oaQIwD <<
5. Bolehkah Jual Beli dengan Sekedar Memajang Katalog di Internet? : Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. >> http://goo.gl/BxhkEU <<

Mangga, salajengna mah wilujeng ngadangukeun sajah.. 🙂

Nepangkeun Abdi Mang UJANG DROPSIP, Mitra DROPSHIPPER & RESELLER Indonesia

Nepangkeun ka para mitra sadaya..
Abdi Mang UJANG DROPSIP, Mitra Dropsiper & Riseler Yg Baek Hati & Suka Menolong.. 😀

Disini Mang Ujang pengen BERBAGI ajah, khususnya para MITRA SADAYANA yg pengen ngerintis usaha jadi DROPSHIPPER & RESELLER produk.

Tungguin aja deh ya apa yg bisa Mang Ujang BANTU buat mitra semua..mudah2an bisa BERMANGPAAT untuk semuanya yah.. aamiiin!